Sosok pembunuh berantai, Jack the Ripper yang terjadi di Inggris merupakan hasil rekayasa para jurnalis demi menaikan oplah penjualan suratkabar. Demikian menurut sebuah buku yang ditulis Dr Andrew Cook.

Melansir pemberitaan Daily Mail, Minggu (3/5) disebutkan serangkaian pembunuhan yang tetap menjadi misteri terkait tewasnya lima pelacur di East End London pada 1888 telah memicu sejumlah teori untuk menguak siapa sebenarnya sosok di balik julukan ‘Jack the Ripper’.

Saat itu timbul spekulasi bahwa identitas si pelaku termasuklah artis Walter Sickert, penulis cerita terkenal Alice In Wonderland Lewis Carroll dan bahkan cucu Ratu Victoria, Duke of Clarence Pangeran Albert Victor. Namun kini, sejarawan Dr Cook mengklaim telah menepis semua teori yang menjadi misteri di Inggris.
Dalam bukunya berjudul Jack The Ripper: Case Closed, dia memperdebatkan bahwa surat yang terkenal terkait dengan aksi pembunuhan yang ditandatangani ‘Jack the Ripper’ (nama pertama yang ditulis dalam surat pertama) tersebut sebenarnya hanya rekayasa para jurnalis yang saat itu mengalami penurunan sirkulasi suratkabar.

Dr Cook menegaskan, kelima korban masing-masing bernama Mary Nichols, Catherine Eddowes, Mary Kelly, Elizabeth Stride dan Annie Chapman tewas di tangan orang yang berbeda, meski kelimanya kerap dikaitkan sebagai korban kekejaman Jack The Ripper. Dia mengambil sejumlah bukti dari kepolisian dan laporan para pakar medis di masa itu yang mengungkapkan keraguan seputar teori pelaku tunggal yang sudah menjadi momok bagi public di kala itu.

Ditegaskan Dr Cook, seorang polisi senior Whitechapel di masa terjadinya pembunuhan tersebut, seusai pensiun mengaku bahwa ia tidak percaya Mary Kelly dibunuh oleh ‘Jack the Ripper’. Asisten dokter bedah kepolisian yang memeriksa keaslian korban itu, Percy Clark, kepada East London Observer pada 1910 mengatakan, “Saya rasa hanya tiga korban saja yang dibunuh satu pelaku. Saya tidak mengatakan kelimanya dibunuh oleh pelaku yang sama.”

Dr Cook menunjukkan bahwa adalah suratkabar The Star (suratkabar baru di masa itu) yang pertama mengklaim pelaku dari 3 pembunuhan tersebut adalah satu orang. Meski kebanyakan para ahli sekarang sepakat bahwa dua dari korban yakni Emma Smith dan Martha Tabram dibunuh oleh orang yang sama. Sejak itu sirkulasi suratkabar The Star mengalami pelonjakan.

The Star hanya menguak surat misterius dari ‘Jack the Ripper’ sebagai kunci tersangka pelaku pembunuhan. Pakar tulisan tangan Elaine Quigley yang direkrut oleh Dr Cook memeriksa surat tersebut dan telah mengenali bahwa surat dari Jack The Ripper itu ditulis oleh seorang jurnalis Star bernama Frederick Best.