Allah SWT menciptakan Al-Quran dengan berbagai kode-kode matematika yang teramat luar biasa. Kode-kode ini yang antara lain menjadi kunci terjaganya otentifikasi Al-Quran sejak dulu hingga kini.

Kode-kode itu, penulis buku Keseimbangan Matematika dalam Al-Quran, Abah Salma Alif Sampayya mengemukakan saling bertalian. “Salah satu angka yang menjadi pembukanya adalah bilangan prima, 19,” jelasnya dalam bedah buku tersebut.

Dalam bedah buku yang digelar Remaja Masjid Al-Fatah, Kompleks Pondok Hijau Permai, Pengasinan, Bekasi itu, Minggu, penulis yang bernama asli Didi Krstianto itu mengemukakan dengan kode matematika tersebut membuka misteri mengapa surat Al-Alaq, yang merupakan merupakan wahyu pertama, justru tidak diletakkan di awal Al-Quran.

“Awal Al-Quran justru ditempatkan oleh surat Alfatihah. Inilah bukti bahwa Al-Quran tetap terjaga. Kalau ada perubahan, jangan kan satu kalimat atau ayat atau surat, satu huruf saja maka kode-kode itu jadi kacau.”

Karena terjaga antara lain oleh kode-kode matematika itulah, dia menegaskan Al-Quran amat berbeda dengan kitab suci yang lain. “Kita suci lain terkena intervensi manusia sehingga berbeda-beda versinya. Al-Quran yang pertama diterbitakan ribuan tahun lalu hingga hari kiamat akan tetap sama.”