Hadis Rasullulah…

Nasihatilah perempuan dengan cara yang baik!Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, sementara yang palingbengkok itu bagian teratasnya. Jika engkau bersikeras meluruskannya, iaakan patah. Tetapi jika engkau membiarkannya, ia akan bengkok selamanya. Maka nasihatilah perempuan dengan cara yang baik!” (HRBukhari, muslim, ibnu Abi Syaibah, dan Baihaqi)

Mengapa Rasullulah sampai khusus membahas masalah ini?

Kedudukan perempuan dimata Allah adalah sama dengan laki-laki dalam hal keimanan.

Perempuan diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, bukan berarti perempuan itu bersifat bengkok (jelek), ini hanya masalah fungsi saja, dimana laki-laki dan perempuan memiliki fungsi yang berbeda.

Mengapa dari tulang rusuk yang bengkok? Bukankah masih ada tulang yang lain yang lurus. jika saja dari tulang yang lurus maka akan sempitlah dadanya, karena itu keberadaan perempuan dapat memberi kenyamanan di mana ia berada..

Coba kita tengok bentuk tulang rusuk yang bengkok itu, ia berfungsi sebagai kerangka yang menyusun kekuatan tubuh. Jadi perempuan itu juga bagian yang dapat membangun dan menegakkan kehidupan..

Dengan tulang rusuk yang bengkok maka banyak organ-organ yang lunak terlindung. Sama halnya dengan perempuan,ia dapat menjaga kehidupan keluarganya, anak-anaknya yang masih lemah.

Bengkoknya bukanlah bentuk kelemahan perempuan, karenanya Rasulullah mengatakan untuk menasihati perempuan secara baik-baik. Hal ini untuk menjaga agar jiwa perempuan tidak patah, sehingga dapat menjalankan fungsi utamanya sebagai ibu, istri, maupun sebagai insan perempuan itu sendiri.

Karena tugasnya itulah perempuan diberi kekuatan oleh Allah. Allah telah memberikan kekuatan pada perempuan, karena ditangannya akan terlahir penerus keturunan.

Anak yang baik terlahir dari kehebatan seorang ibu yang mengasuh dan membesarkannya. Di balik kesuksesan suami, ada istri yang hebat yang mendampinginya.

Sejatinya wanita harus di perlakukan dengan baik, agar jiwanya terbangun dengan kasih sayang dan kesabaran. Kasih dan sayang sepanjang waktu dalam mendampingi anak-anak dan keluarganya tanpa perasaan tersakiti.

Sehingga di harapkan perempuan dapat menjalankan fungsinya dengan baik di dalam keluarga maupun masyarakat.