1. Jenglot “Monster Kecil” yang Misterius

Beberapa tahun lalu, sekitar akhir tahun 1997, tiba-tiba saja ada “makhluk” misterius yang jadi pembicaraan. Perawakannya kecil dengan tubuh tak lebih dari 12 cm dan rambutnya yang panjang, jarang dan kaku melewati kaki. Makhluk itu dinamakan jenglot. Kabarnya, jenglot itu bukan benda mati. Konon ia hidup, namun tak ada yang pernah tahu kapan bergerak.

Konon, makhluk misterius itu selalu menghabiskan darah manusia yang dicampur minyak japaron. Namun, sekali lagi, tak ada yang tahu kapan ia menenggaknya. Menurut beberapa orang, dalam menyantap sajiannya itu, jenglot tak menggunakan cara seperti yang dilakukan manusia pada umumnya. Yang jelas, dalam setiap 18 jam, sebanyak 3 cc darah dan minyak wangi yang disajikan akan berkurang sekitar 50 persen sampai 60 persen.

Jenglot pada masa ribuan tahun lalu adalah manusia (seorang pertapa) yang tengah mempelajari ilmu Bethara Karang. Ilmu Bethara Karang diyakini sebagai ilmu keabadian. Artinya, setiap orang yang memiliki ilmu tersebut akan hidup abadi di dunia. “Namun, akibat kutukan, jasad jenglot tidak diterima di dunia sedangkan rohnya tidak diterima di akherat. Maka roh tersebut seperti terpenjara dalam jasad kecil ini,” kata Hendra. Setelah itu, sang pertapa menjadi emosional dan merasa sebagai jawara. Tak pelak, tubuhnya pun menyusut, hingga akhirnya mengecil. Empat taring kemudian tumbuh memanjang, tak sebanding dengan lebar mulutnya. Katanya, itu sebagai lambang keganasan dan sifat liar sang “monster”.

2. Kuntilanak

Kuntilanak (bahasa Melayu: puntianak, pontianak) adalah hantu yang dipercaya berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia atau wanita yang meninggal karena melahirkan dan anak tersebut belum sempat lahir. Nama “kuntilanak” atau “pontianak” kemungkinan besar berasal dari gabungan kata “bunting” (hamil) dan “anak”.

sebenarnya disamping kuntilanak itu kepercayaan orang melayu dan thailand kita dapat menemuinya dlm cerita2 rakyat yg ada di negara lain di dunia. misalnya: banshee di daratan eropa (kalo di inggris ada yang namanya Jenny Greenteeth. Kalau kita lihat -cirinya banshee dan kuntilanak sangat mirip:

1. tertawa melengking

2. menangis

3. suka puing-puing bangunan atau yang setengah jadi

4. sering bertempat di muara sungai atau pinggiran danau atau kolam

5. menyukai daging anak-anak (makanya sering dibilang mereka suka menculik bayi)

Dalam folklor Melayu, sosok kuntilanak digambarkan dalam bentuk wanita cantik yang punggungnya berlubang. Kuntilanak digambarkan senang meneror penduduk kampung untuk menuntut balas. Kuntilanak sewaktu muncul selalu diiringi harum bunga kamboja. Konon laki-laki yang tidak berhati-hati bisa dibunuh sesudah kuntilanak berubah wujud menjadi penghisap darah. Kuntilanak juga senang menyantap bayi dan melukai wanita hamil.

Dalam cerita seram dan film horor di televisi Malaysia, kuntilanak digambarkan membunuh mangsa dengan cara menghisap darah di bagian tengkuk, seperti vampir. Agak berbeda dengan gambaran menurut tradisi Melayu, kuntilanak menurut tradisi Sunda tidak memiliki lubang di punggung dan hanya mengganggu dengan penampakan saja. Jenis yang memiliki lubang di punggung sebagaimana deskripsi di atas disebut sundel bolong. Kuntilanak konon juga menyukai pohon tertentu sebagai tempat “bersemayam”, misalnya waru yang tumbuh condong ke samping (populer disebut “waru doyong”).

Penangkal : Berdasarkan kepercayaan dan tradisi masyarakat Jawa, kuntilanak tidak akan mengganggu wanita hamil bila wanita tersebut selalu membawa paku, pisau, dan gunting bila bepergian ke mana saja. Hal ini menyebabkan seringnya ditemui kebiasaan meletakkan gunting, jarum dan pisau di dekat tempat tidur bayi.

Menurut kepercayaan masyarakat Melayu, benda tajam seperti paku bisa menangkal serangan kuntilanak. Ketika kuntilanak menyerang, paku ditancapkan di lubang yang ada di belakang leher kuntilanak. Sementara dalam kepercayaan masyarakat Indonesia lainnya, lokasi untuk menancapkan paku bisa bergeser ke bagian atas ubun-ubun kuntilanak.

3. Buta/buto

Coba teman-teman lihat ciri-cirinya dan bandingkan dengan Ogre, mereka banyk memiliki kesamaan:

1. memiliki ukuran yg cukup tinggi (9-10 kaki)

2. warna hijau ato hijau keabu-abuan

3. pemakan daging

Buto Ijo (Jawa ) = Ogre ( Inggris, Celt )

Ciri2:

Bentuk: raksasa bertubuh hijau ( hijau tua )

Watak: beringas, memakan korban manusia.

Tinggal: Buto Ijo di Pohon besar, kalo jadi peliharaan

biasanya dibuatkan kamar khusus.

Ogre di hutan ato rawa-rawa.

Status: Buto Ijo adalah bangsa jin yg bisa dipelihara untuk pesugihan, tapi ada juga yg bebas n liar.

Ogre adalah jin liar.

4. Genderuwo

Genderuwo adalah makhluk halus yang menyerupai kera tapi berbadan tinggi dan besar, makhluk ini suka tinggal di pepohonan, sepeti pohon beringin dan pohon-pohon besar lainnya karena wujudnya yang seperti kera raksasa. Genderuwo tidak dapat dilihat oleh orang biasa tapi pada saat tertentu dia mau menampakkan dirinya. Genderowo Mirip dengan Troll (bnyk orang yg beranggapan troll itu kecil, tapi dalam legendanya troll itu cukup besar) (kita kesampingkan dulu troll dlm LOTR dan Harry Potter)

1. tinggi (7-8 kaki)

2. memiliki rambut lebat hampir di seluruh tubuhnya (makanya sering digambarkan berambut gondrong banget)

3. biasanya berdiam di tempat yg pohon ato semak-semaknya lebat ato berbatu (seperti bagian bawah jembatan tempo dulu)

5. Tuyul

Tuyul adalah makhluk yang sering ditampilkan dalam cerita fiksi Indonesia. Dalam berbagai film atau gambar tuyul digambarkan sebagai makhluk halus berwujud anak kecil yang kerdil, perawakannya gundul, dan suka mencuri. Tuyul juga kadang-kadang digambarkan bekerja pada seorang majikan manusia untuk alasan tertentu. Adapun tuyul digambarkan mempunyai sifat seperti anak-anak normal biasa dimana dia harus mencari induk semang sebagai ibu kandungnya. Dia digambarkan sebagai bayi yang mati baru beberapa bulan lalu dibangkitkan oleh dukun sebagai tuyul untuk tujuan-tujuan tertentu yang tidak baik.

Tuyul adalah salah satu folklore dari pulau jawa disamping kuntilanak,genderuwo, banaspati, dsb. Tuyul mempunyai sifat yang sama dengan balita pada umumnya. Dalam berbagai macam film tuyul dijelaskan sebagai sebuah roh suruhan dari induknya guna mencari kekayaan dengan cara mencuri dari orang-orang kaya atau yang disuruh induk semangnya. Tuyul mirip dengan Imp, sebenarnya makhluk ini tidak berbahaya tapi yang berbahaya itu manusia yg memanfaatkan mereka.

1. kecil (sekitar 1-2 kaki)

2. jahil tp penakut

6. Mothman Indonesia

“istilah org chinese Cui Kui a.k.a Hantu Air “

Ciri-ciri :

- Tinggi & Gede berbulu2

- badan agak membongkok

- Mata warna merah

Sekilas klo dilihat ktnya mirip ama Manusia Kera tp kakinya pendek. Tinggalnya didalam air. Soalnya menurut org di Pontianak yg tinggal di pinggiran Sungai Kapuas mahluk ini sering banget keluar tengah malam. katanya mereka biasa klo kluar lebih dari 1 org. Kalau kita ketemu Mothman, harus cpt cepet kabur. Karna klo dia dah tangkap kita raga/tubuh kita di pake mereka dan kita yg menjadi Mothman itu.

7. Kura- Kura Raksasa

Ciri-ciri :

- yg pasti yah mirip kura2.

- Gede banget (ukurannya 1/3 dari sungai kapuas

- Jarang muncul, klo muncul biasa cuman klihatan tempurungnya n ga smua org bisa lihat

Nah klo yg ini gw ga gitu ngerti deh. katanya kura2 ini muncul pas klo air pasang. Munculnya juga tengah malam. Kata orang-orang bilang klo kita mancing ikan di pinggiran sungai Kapuas, klo umpanmu termakan ama kura-kura itu, terasa beda ama kita dapet ikan. Pokoknya panjingan kita lbh berat dari biasanya. kita ga boleh lawan ama pancingannya. talinya harus di potong.

8. Setan Gundul Pringis

Merupakan setan yang berupa kepala orang yang lagi ketawa meringis, kepala orang itu nyambung ke usus dan jantungnya menurut orang-orang hantu ini jenis hantu yang ganas. Di kalangan masyarakat Jawa Tengah, terutama bagian selatan, nama hantu ini sudah lama dikenal. Wujudnya mirip buah kelapa. Kalau dipegang tiba-tiba menyeringai! Buah kelapa itu punya mata, hidung, mulut, dan telinga! Mirip kepala manusia! Kalau menggoda orang biasanya pada malam hari. Diawali dari bunyi jatuhnya buah kelapa, orang lalu tertarik untuk mencari di kebun yang gelap. Begitu ketemu dan diangkat… ya itu tadi~’buah’ tersebut tiba2 menyeringai! Seram sekali wujudnya. Orang yang menemukan jelas akan terbirit-birit. Begitu kisahnya. (NB : Dalam bahasa Jawa, ‘gundul’ berarti ‘kepala’ & ‘pringis’ berarti ‘seringai’.)

9. Biyung Tulung (Jawa) = Poltergeist (Inggris-Amrik)

Ciri-ciri:

Bentuk: tak berwujud, hanya suara, tapi diyakini ada hubungannyanya dgn roh-roh orang yang mati penasaran.

Watak: suka menakut-nakuti, meneror, menyebabkan orang yang diganggu menjadi gila, sakit jiwa.

Tinggal: di tempat yang pernah terjadi kematian tragis, seperti area kecelakaan, tempat-tempat pembunuhan.

Status: roh-roh penasaran yg menjadi jahat karena masa lalu yg sangat tragis.

10. Lelepah (Jawa) = Troll (daerah Celt, Skandinavia)

Ciri-ciri:

Wujud: mahluk besar dgn wajah buruk, suka bawa senjata sperti gada atau golok besar.

Watak: agak lamban & tolol, tp sebenarnya ganas, jin karnivor yg doyan manusia.

Tinggal: di pohon2 besar, hutan.

Status: termasuk jin yg kebanyakan berada di hutan, liar, suka berburu apa saja termasuk manusia.

11. Wewe Gombel

Wewe Gombel adalah sebuah istilah dalam tradisi Jawa yang berarti roh jahat atau hantu yang suka mencuri anak-anak, tapi tidak mencelakainya. Konon anak yang dicuri biasanya anak-anak yang ditelantarkan dan diabaikan oleh orang tuanya. Wewe Gombel biasanya akan menakut-nakuti orang tua si anak atas sikap dan perlakuannya kepada anaknya sampai mereka sadar. Bila mereka telah sadar, Wewe Gombel akan mengembalikan anaknya.

Menurut cerita, Wewe Gombel adalah roh dari seorang wanita yang meninggal bunuh diri lantaran dikejar masyarakat karena telah membunuh suaminya. Peristiwa itu terjadi setelah suami dari wanita itu berselingkuh dengan wanita lain. Sang suami melakukan hal itu karena istrinya tak bisa memberikan anak yang sangat diharapkannya. Akhirnya ia dijauhi dan dibenci suaminya lalu dikucilkan sampai menjadi gila dan gembel.

Wewe (Jawa) = Nymph (daerah2 Eropa)

Ciri2:

Bentuk: perempuan yg berwajah buruk/kasar, rambut panjang, pakaian dari kain minimalis, payudara panjang sampe paha (Wewe) telinga panjang runcing (Nymph).

Watak: liar, suka berisik, cekikikan, jahil, suka culik orang terutama anak kecil, tapi jarang bunuh.

Tinggal: biasanya berkelompok, di pohon2 tinggi/besar, di hutan2.

Status: jenis jin liar, sering jahil, tapi kadang juga mau menolong manusia.

12. Onggo-Inggi

Adalah jin yg tinggal di perairan. Berwatak jahat karena suka memakan korban manusia. Jin ini tinggal di tempat seperti sungai besar atau danau. Secara kasat wujudnya berupa kepala tanpa badan, dan berambut sangat panjang, berkelana di dalam air. Onggo-Inggi sering memakan korban org yg sedang berenang di perairannya. Caranya menyerang adl dengan membelit korbannya dgn rambut panjangnya, lalu org itu dibawa ke tengah sampai kelelahan baru kemudian ditarik ke dalam air. Kalo sudah bgt, korban tak akan kembali lagi ke dunia. Org2 percaya Onggo-Inggi memakan korbannya. Dan jasad korban Onggo-Inggi jarang sekali bisa diketemukan. Selalu hilang. Apabila perairan kering, Onggo-Inggi juga tak akan bisa ditemukan krn pada dasarnya ia adl mahlik gaib. Air adl medianya utk masuk ke dunia manusia dan mencari mangsa.

13. Uwel

Adalah jin air yg hampir mirip dgn Onggo-Inggi. Hanya saja sejauh ini blm ada org yg bisa menggambarkan wujud kasat Uwel. Mahluk ini juga suka memangsa korban, tak hanya manusia tapi juga hewan yg berada di perairannya. Salah satu kesaksian ttg aksi Uwel, adl ketika mahluk ini memangsa kerbau yg sedang dimandikan di sungai. Tiba2 ada pusaran air di tengah sungai dan kerbau itu terseret ke tengah. Badan kerbau itu berputar2 mengikuti pusaran, dgn posisi kaki di atas dan kepala terbenam ke air. Setelah pusaran itu berhenti, kerbau itu sudah mati mengambang. Setelah bangkai kerbau itu dibawa ke pinggir sungai, kepala kerbau itu berlubang tepat di bagian ubun-ubun. Org2 mempercayai bahwa kerbau itu telah dibunuh Uwel, dan dihisap darahnya.

14.Wilwo

Adl jin yg berwujud seperti manusia berwajah bopeng, tapi tangannya panjang hampir menyamai tinggi badannya. Jin ini suka menggoda anak2. Kalo ada anak2 yg bermain di luar rumah sampai melebihi maghrib, bisa2 didatangi mahluk ini. Anak itu diajak main, digendong, ditimang-timang, dsb. Tapi si bocah tak akan menangis krn pengaruh gaib mahluk ini. Meskipun sering membuat para org tua cemas, tp sebenarnya Wilwo tak pernah menyakiti. Dia tak sejahat Wewe atau Genderuwo yg kalo sudah menculik anak tak mau memulangkan. Wilwo selalu memulangkan anak yg diajaknya bermain. Kadang dia juga mendatangi anak2 pada waktu malam saat semua org sudah tidur, dan mengajak anak2 itu bermain. Wilwo katanya sering muncul di daerah lereng Gunung Merapi. Dan keberadaannya dimaklumi oleh penduduk sekitar.

15. Memedi Colok

Adl jenis jin yg tujuannya cuma menakut-nakuti org. Wujudnya adl nyala api seperti lilin, bergerak mengambang di udara. Kadang juga mengecoh org yg sedang keluar malam, dari kejauhan seperti rombongan org membawa obor tp bgt dekat ternyata cuma obor tanpa org yg membawa. Kadang juga mengejar org sampai ketakutan. Tapi tak ada kasus org sampai mati gara2 mahluk ini.

16. Bolosewu

Adl jin dalam jumlah banyak.pernah suatu ketika seseorang hiking di gunung Lawu, dia membabati semak2 untuk mencari jalur baru. Ketika pulang dari gunung, dia baru kerasa gak bisa jalan, bahkan berdiri aja gak bisa. Dan kakinya terasa sangat sakit. Sebulan lebih dia sakit. Baru setelah didatangkan org pintar, diketahui ternyata kakinya itu dirasuki jin jenis Bolosewu. Gara2nya krn dia telah merusak tempat tinggal jin ini saat dia membabati semak di gunung. Setelah diobati scr magic, baru dia itu bisa sembuh. beberapa orang yg lain, seorang penganut ilmu Kejawen, malah memanfaatkan jin Bolosewu untuk beladiri. Caranya, jin ini diundang melalui sebuah mantra dan dirasukkan ke dalam tubuh.

Efeknya, tubuh akan menjadi lebih kuat, kebal, dan serangan menjadi penuh tenaga.

17. Kuncung dan Gombak

Adl dua jenis jin yg katanya berkerabat. Belum ada yg kasih tahu ttg wujud kasat dari mahluk ini. Tapi yg jelas mahluk ini tergolong jin yg nakal. Mereka hobby merasuki org, membuat org tiba2 meracau, teriak2, tidak senonoh, lalu sakit selama berhari-hari. Untuk mengusir jin ini harus dgn berkomunikasi. Jin yg merasuki itu harus ditanyai apa maunya. Biasanya jin ini akan meminta makanan tertentu, salah satunya Gecok, makanan

khas Jawa yg katanya juga disukai mahluk ini. jin jenis Kuncung & Gombak ini banyak tinggal di Hutan Roban. Mungkin mereka juga tinggal di hutan2 lain.

18. Kanthong Kiwil

Adl jin yg wujudnya mirip manusia. Memakai pakaian kemeja Jawa hitam, memanggul buntelan besar dari kain. Dia suka muncul malam hari saat sudah sepi, lalu meminta kepada tukang ojek atau tukang becak untuk mengantar ke tempat tertentu. Tapi mahluk ini tak pernah bicara, cuma memakai isyarat tangan kalo berkomunikasi dgn manusia. Tapi hati2, mahluk ini dikenal cukup kejam. Kalo sampe org yg ditemuinya mengatakan atau menggumam hal yg buruk ttg mahluk itu, dia akan melakukan sesuatu yg berbahaya bagi keselamatan org tadi.

Pernah ada sebuah kesaksian dr seorang tukang becak yg mengantar mahluk ini, krn si tkng becak ini ngomongin hal yg buruk ttg si Kanthong Kiwil, tiba2 mahluk gaib ini turun dr becak dan melemparkan becak itu ke sungai padahal si tukang becak masih duduk di sedel.

Untung tukang becak itu tidak celaka maut, dan dia baru sadar siapa yg sedang dia hadapi. Tapi mahluk itu sudah menghilang entah kemana.

Ada yg menyamakan Kanthong Kiwil dgn mahluk gaib Jawa lainnya yg disebut Kurcaca. Keduanya sama2membawa buntelan besar yg entah isinya apa. Tapi ada keyakinan bahwa barang siapa bisa merebut buntelan yg dibawa mahluk itu, akan menjadi kaya raya. Begitu mitosnya.

19. Engklek-Engklek

Adl mahluk sangar yg ditakuti org Jawa sejak jaman dulu. Mahluk ini berwujud menyeramkan, menyerupai monster tinggi kurus, berkeliaran di daerah kuburan membawa bangkai. Ada yg bilang bangkai yg dibawa itu adl mayat yg diambil mahluk ini dari kuburan. Mahluk itu apabila muncul selalu bersuara, “Klek… klek… klek !” dengan nyaring memecah keheningan malam. Tapi sekarang sudah jarang orang yg bercerita ttg mahluk ini. Mahluk ini kisahnya sudah tertelan kemajuan jaman, seperti halnya dengan Lelepah. Tapi bukan tidak mungkin, mahluk ini masih menghantui daerah2 terpencil, dan tentu saja yg ada kuburannya.

20. Jelangkung

“datang tak dijemput, pulang tak diantar”

Jelangkung adalah salah satu permainan di Indonesia yang sebenarnya tabu untuk dilakukan. Hanya orang – orang nekatlah yang melakukannya, sekaligus orang – orang yang tak tahu resiko apa yang akan mereka petik setelah bermain Jelangkung. Melibatkan roh – roh penasaran, yang di dunianya sendiri kebingungan mencari jalan yang sesungguhnya, gelap dalam perjalanan, mendadak terseret oleh panggilan manusia yang berkumpul memanggil namanya. Yang akhirnya roh penasaran tersebut menginginkan lebih , karena manusia – manusia yang telah memanggilnya menyentakkanya dari perjalanannya menuju alam baka, meminta untuk pertanggungjawaban manusia.

21. Babi Ngepet

Menurut urban legend yang pernah ada, Babi Ngepet itu sebetulnya adalah manusia biasa yang mempunyai “ilmu” untuk mengubah dirinya jadi siluman berwujud babi, tujuannya untuk mencuri uang atau benda-benda berharga milik orang lain. Babi Ngepet biasanya beoperasi pada malam hari, untuk jadi Babi Ngepet seseorang harus mempunyai partner yang tugasnya untuk menjaga lilin sebab konon katanya kalau lilinnya sampai padam si manusia yang menjelma jadi babi tersebut tidak bisa kembali kewujud aslinya. Jadi Babi Ngepet tidak bisa di pisahkan dari nyalanya lilin

22. Pocong

Pocong adalah sejenis hantu yang berwujud pocong. Di Malaysia, hantu semacam ini dikenal pula sebagai hantu bungkus. Penggambaran pocong bervariasi. Dikatakan, pocong memiliki wajah berwarnah hijau dengan mata yang kosong. Penggambaran lain menyatakan, pocong berwajah rata dan memiliki lubang mata berongga atau tertutup kapas dengan wajah putih pucat. Mereka yang percaya akan adanya hantu ini beranggapan, pocong merupakan bentuk protes dari si mati yang terlupa dibuka ikatan kafannya sebelum kuburnya ditutup. Meskipun pocong dalam film sering digambarkan bergerak melompat-lompat, mitos tentang pocong malah menyatakan pocong bergerak melayang-layang. Hal ini bisa dimaklumi, sebab di film-film pemeran pocong tidak bisa menggerakkan kakinya sehingga berjalannya harus melompat-lompat. Keadaan ini pula yang menimbulkan suatu pernyataan yang biasa dipakai untuk membedakan pocong asli dan pocong palsu di masyarakat:  Lihat saja cara berjalannya. Bila berjalannya melompat-lompat, lempar saja dengan batu, pasti akan teriak-teriak. Kepercayaan akan adanya hantu pocong hanya berkembang di Indonesia, terutama di Jawa dan Sumatera. Walaupun penggambarannya mengikuti tradisi muslim, umat beragama lain pun ternyata dapat mengakui eksistensi hantu ini.

23. Bahu Laweyan

Dalam perspektif Jawa dikenal istilah Bahu Laweyan. Yaitu, perempuan yang memiliki ciri-ciri khusus pembawa sial. Siapa saja yang melakukan hubungan intim dengan perempuan tersebut bakal mati dengan cara mengenaskan. Bagaimana asal muasalnya sampai lahir perawan Bahu Laweyan? Perempuan Bahu Laweyan adalah perempuan yang memiliki ciri khusus berupa toh (tompel) sebesar uang logam yang terletak pada bahu kiri. Ada kepercayaan bahwa kehidupan perempuan Bahu Laweyan berjalan tidak normal. Hal ini disebabkan perempuan Bahu Laweyan dipengaruhi oleh aura mahkluk halus yang sangat jahat. Mitos seperti ini mulai berkembang pada abad IX, seperti digambarkan dalam Serat Witaradya karya Raden Ngabehi Ronggowarsito yang dikutip ulang oleh Misteri: Perawan Bahu Laweyan itu sesunggunya memang ada, tetapi jumlahnya dapat dihitung dengan jari. Keberadaannya mulai diperhitungkan sejak abad sembilan (921 M) saat kejayaan Keraton Pengging Witaradya. Kisah itu dimulai ketika kerajaan mengadakan upacara wilujengan (ulang tahun penobatan) sang raja. Ternyata sang raja memiliki sahabat yang sangat banyak, bukan hanya dari kalangan manusia tetapi juga dari para lelembut. Beliau memiliki sahabat seorang Raja Brahala ( raja setan) yang bernama Gandarwa Kurawa. Saat upacara dimulai Gandarwa Kurawa sangat tertarik dengan kecantikan putri raja yang bernama Dewi Citrasari. Meski teratrik, tetapi raja setan itu tidak dapat berbuat apa-apa karena sungkan dengan sang raja yang sekaligus sahabat karibnya. Sebagai pelampiasan, Gandarwa Kurawa berkeinginan memiliki seorang putri yang cantiknya seperti Dewi Citrasari. Segala kekuatan dan kesaktian dikerahkan saat ia berhubungan intim dengan sang permaisuri. Hasilnya, dua zat hidup, yaitu jiwa manusia dan jiwa iblis bersatu dalam sebuah benih. Dan ketika bayi tersebut lahir maka bayi itu memiliki tanda khusus yang oleh masyarakat disebut dengan nama perawan Bahu Laweyan.

24. Sundel Bolong

Sundel bolong dalam mitos hantu Indonesia digambarkan dengan wanita berambut panjang dan bergaun panjang warna putih. Digambarkan pula terdapat bentukan bolong di bagian punggung yang sedikit tertutup rambut panjangnya sehingga organ-organ tubuh bagian perut terlihat. Dimitoskan hantu sundel bolong mati karena diperkosa dan melahirkan anaknya dari dalam kubur. Biasanya sundel bolong juga diceritakan suka mengambil bayi-bayi yang baru saja dilahirkan. Perwujudan ini sangat kuat digambarkan dalam film horor Indonesia tahun 80-an dimana banyak diperankan oleh aktris kawakan Suzanna.

25. Leak

Dalam mitologi Bali, Leak adalah penyihir jahat. Le artinya penyihir dan ak artinya jahat. Leak hanya bisa dilihat di malam hari oleh para dukun pemburu leak. Di siang hari ia tampak seperti manusia biasa, sedangkan pada malam hari ia berada di kuburan untuk mencari organ-organ dalam tubuh manusia yang digunakannya untuk membuat ramuan sihir. Ramuan sihir itu dapat mengubah bentuk leak menjadi seekor harimau, kera, babi atau menjadi seperti Rangda. Bila perlu ia juga dapat mengambil organ dari orang hidup.

Diceritakan juga bahwa Leak dapat berupa kepala manusia dengan organ-organ yang masih menggantung di kepala tersebut. Leak dikatakan dapat terbang untuk mencari wanita hamil, untuk kemudian menghisap darah si bayi yang masih di kandungan. Ada tiga leak yang terkenal. Dua di antaranya perempuan dan satu laki-laki.

Menurut kepercayaan orang Bali, Leak adalah manusia biasa yang mempraktekkan sihir jahat dan membutuhkan darah embrio agar dapat hidup. Dikatakan juga bahwa Leak dapat mengubah diri menjadi babi atau bola api, sedangkan bentuk Leyak yang sesungguhnya memiliki lidah yang panjang dan gigi yang tajam. Beberapa orang mengatakan bahwa sihir Leak hanya berfungsi di pulau Bali, sehingga Leak hanya ditemukan di Bali.

Apabila seseorang menusuk leher Leak dari bawah ke arah kepala pada saat kepalanya terpisah dari tubuhnya, maka Leak tidak dapat bersatu kembali dengan tubuhnya. Jika kepala tersebut terpisah pada jangka waktu tertentu, maka Leak akan mati.

Topeng leak dengan gigi yang tajam dan lidah yang panjang juga terkadang digunakan sebagai hiasan rumah.

Rangda adalah ratu dari para leak dalam mitologi Bali. Makhluk yang menakutkan ini diceritakan sering menculik dan memakan anak kecil serta memimpin pasukan nenek sihir jahat melawan Barong, yang merupakan simbol kekuatan baik.

Diceritakan bahwa kemungkinan besar Rangda berasal dari ratu Manendradatta yang hidup di pulau Jawa pada abad yang ke-11. Ia diasingkan oleh raja Dharmodayana karena dituduh melakukan perbuatan sihir terhadap permaisuri kedua raja tersebut. Menurut legenda ia membalas dendam dengan membunuh setengah kerajaan tersebut, yang kemudian menjadi miliknya serta milik putra Dharmodayana, Erlangga. Kemudian ia digantikan oleh seseorang yang bijak. Nama Rangda berarti juga janda.

Rangda sangatlah penting bagi mitologi Bali. Pertempurannya melawan Barong atau melawan Erlangga sering ditampilkan dalam tari-tarian. Tari ini sangatlah populer dan merupakan warisan penting dalam tradisi Bali. Rangda digambarkan sebagai seorang wanita dengan rambut panjang yang acak-acakan serta memiliki kuku panjang. Wajahnya menakutkan dan memiliki gigi yang tajam.